Wednesday, November 5, 2008

Menggambar Manga Online | Manga School | Tips Membuat Manga

http://www.animecreative.com/manga_school.htm
Ada yang suka ngegambar komik ato manga? Ini nih ada referensi teknik dan tips gimana sih ngebuat manga.
Cek aja yo...

Friday, October 31, 2008

The Ninja's Primary Weapon: Nunchaku!


Oleh : Cahya Herwening


Setiap pendekar pasti punya senjata andalan utama, yang akan dikeluarkannya pada saat terdesak manakala lawan tidak dapat diimbangi lagi dengan tangan kosong. Wiro Sableng punya Kapak Naga Geni 212, Arya Kamandanu punya Pedang Nagapuspa, Wong Fei Hung punya Tombak (apa ya namanya...), Spiderman punya webshooter, lalu ... Max Payne punya pistol .. dorr!! Masih banyak banget lah para jagoan di muka bumi ini. Semua punya perangkat atau senjata untuk membantu upaya menegakkan kebenaran di muka bumi.

Kita ingat banget dong, firman Allah Ta'ala yang berbunyi; "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (Qs. Al-Anfal: 60). Nah, seperti itulah, setiap kita musti menyiapkan sesuatu dalam menyongsong jihad, i'dad fii jihad. Kekuatan apa saja, entah itu berupa ketrampilan, keahlian, ilmu ataupun alat dan perangkat/perlengkapan.

Nah, untuk itulah si Ninja yang kepengen selalu berguna dalam upaya menegakkan kebenaran ini juga menyiapkan sesuatu untuk memenuhi panggilan itu. Salah satunya adalah persiapan senjata. Bukan ninja dong namanya klo gak menguasai penggunaan senjata. Ninja apaan nanti jadinya?? So, si Ninja ini memilih nunchaku, setelah sebelumnya sempat kesengsem sama bokken and bo.

Apaan tuh nunchaku? Teman-teman pada belum tau kah? Hmm...yang suka game, pasti pernah mainin game fighting Soul Blade di arcade ato PS dong. Nah, nunchaku tuh yang dipake ma si Li Long. Atau kalau dalam Soul Calibur ya Maxi lah yang pakai. Terus dalam game RPG legendaris, Final Fantasy VIII, si Selphie Tilmitt juga pake nunchaku tuh. Zaman kita kecil dulu pasti liat kartun kura-kura ninja alias Turtles. Nah, di situ nunchaku dipake ama Michaleangelo. Lalu ... klo pas terdesak, gurunya Rock Lee yakni Maito Gai (Mighty Guy ^_^) pasti ngeluarin nunchaku dari tasnya. Dan pastinya .. yang bikin populer si nunchaku tuh gak laen gak bukan jelas si raja kungfu, Bruce Lee, dalam filmnya Fist of Fury, Enter the Dragon, dan lain-lain. Si Ninja ini jadi suka nunchaku setelah liat film seri Bruce Lee Semangat Sang Naga yang pernah diputer di salah satu stasiun TV kita. Dah lupa kapan tuh tahunnya.


Liat gambar di samping!
Nah itulah nunchaku. Dua batang tongkat pendek (sekitar 12 inchi) yang disambung oleh tali atau rantai. Ada banyak alternatif bahan pembuat nunchaku di era modern ini, bisa dari logam, kayu, plastik, fiberglass, styrofoam (khusus buat latihan or maen pelem) pun ada. Talinya kalau zaman dulu pakai rantai atau rambut kuda, sekarang bisa pakai nylon. Bentuk irisan horisontal batangnya gak cuma bulat, tapi bisa segi enam atau delapan. Nunchaku tipe China biasanya yang bulat, sedang tipe Okinawa segi delapan karena dengan adanya sudut maka akan menimbulkan damage (kerusakan) yang lebih besar ketika dipukulkan. Nunchaku diklaim sebagai senjata jarak dekat dan menengah yang efektif. Dapat difungsikan dalam menyerang maupun bertahan. Semuga bagiannya bisa berguna. Rantai atau tali bisa untuk mencekik dan mengunci, sedang batangnya untuk menyabet, memukul, menangkis dan menyodok.

Di tangan yang belum expert, nunchaku bisa jadi senjata makan tuan yang ampuh . Kalau nggak kena siku (paling sering nih.., sakitnya bukan main!), kepala, atau bagian tubuh lain seperti kaki, perut atau ... bawah perut. Halah!! Tapi di tangan expertise, wah bisa jadi senjata yang deadly, mematikan, meski tidah membunuh. Nunchaku bisa bergerak cepat, menyerang dari sudut yang tidak terduga, dan tahu-tahu .. bakk!! Kena bagian vital, sebagaimana sasaran utama nunchaku, misalnya menyodok leher, ulu hati, pelipis, mata, dagu, dsb. Bisa juga tangan lawan yang sedang memegang senjata. Atau bagian-bagian berbahaya yang lain. Bagi yang ahli, nunchaku bisa menyerang satu titik di daerah mata. Wow.. sampai setajam itu titik serangannya choy!

Masih bwaanyaak en pwaanjaaang ceritanya kalau mau membedah nunchaku, mulai dari sejarahnya, bagian dan kegunaannya, penggunaannya dalam pertarungan, jenis-jenis nunchaku, dan lain-lain. Kapan-kapan lah klo ada yang pengen diceritain, baru tak tulis. Daripada kepanjangan tulisan di sini.

Seperti pernah disebut di awal, saya kepincut ma nunchaku gara-gara film seri Bruce Lee: Semangat Sang Naga. Terus ngebuat sendiri deh, dari gagang sapu rumah, dengan tali rafia... hahaha. Ya nggak apa-apa kan, namanya juga masih SD. Buat latihan lumayan, dan baru bisa dan kepikiran satu move: back catch. Gak lama kemudian, rusaklah tuh nunchaku pertama. Berpindah suka tongkat (bo) soalnya liat Jet Li yang jago pakai tongkat, lalu pedang kayu (bokken) soalnya liat film-film samurai, termasuk yang kartun, Kojiro misalnya . Ehmm... beberapa bulan lalu pas ngambil kayu-kayu (almari, dipan, kursi-kursi, menyelamatkan dari ketidakbergunaan dan kehujanan) dari tempat nenek dapet yang pas buat bikin bokken. Minta ke Ibu, walahh gak boleh dipake. Ya udah deh.. dengan sukarela dan sembunyi-sembuyi dibikin deh tuh bokken (hii... nakal yee.. :D). Dari kayu jati bo, lha bekas dipan je! Wuih.. pwanjangnyoo.. soalnya sayang kalau dipotong. Tebal en berat lagi. Tapi gak apa-apa, kan buat latihan.

Baru beberapa saat sebelum Ramadhan, nemu nunchaku buatan sendiri (tapi bukan buatan aye!) di 'markas besar' dakwah DIY. Ketemu mantan staf yang punya ruangan (MPW) di mana nunchaku itu ditemukan, tak minta aja. "Ehmm.. Pak, nunchakunya tak minta buat ane ya?" Dijawab: "Oo.. bawa aja, tapi harus buat latihan lho!!". Tak jawab lagi: "Wah, itu mah rebes. Emang mau buat latihan je..". Ya udah, akhirnya tak bawa tuh nunchaku yang terbuat dari pipa besi bercat merah. Beberapa hari pakai, wah suaranya terlalu berisik dan terlalu ringan. So, dalemnya tak isi kayu biar lebih berat dan berkurang pula keberisikannya.

Nah, jadinya selama Ramadhan latihan itu tuh.. hehe jadi salah satu alternatif olah raga di bulan Ramadhan. Pagi habis shubuh, siang, sore sambil nunggu adzan (ngacirburit, eh.. ngaburburit :D), atau malam habis tilawah or tarawih cocok aja buat latihan. Asal nggak di dalem rumah, soalnya ibu paling sebel liat orang yang banyak tingkah di dalam rumah, bikin sepet mata, kata beliau
. And punya resiko.. mecahin kaca en barang lain yg fragile. Hahaha.... Yo wis, di luar aja klo gitu. Dan korban-korban latihan mulai berjatuhan, mulai dari siku kanan dan kiri .. dengkul .. kepala..pernah mata juga kena nunchaku saat latihan. Duh... repot. Sakit euy!! Paling menyakitkan tuh kalau kena siku, wadhuu... Terus pas kena mata, berlinanglah tuh mata yang kena, meski gak perlu liat drama yang mellow. Tapi.. gak akan menyerah. Tetep lanjut latihan. Sampai sekarang.. dah lumayan nih skillnya. Menguasai beberapa move dan kombinasi. Sambil merem pun dah bisa nangkep. Ya iyya laah. Hihihi....  Kapan-kapan klo ada yang mau tak upload di MP deh rekaman. Huhuhu.. Siapkan dirimu!!! GANBATTE!! [ ]

Friday, October 17, 2008

Free Online Dictionaries

http://www.freedict.com/
Ini kamus online multi bahasa, dari dan ke bahasa Inggris. Ada bahasa Swedia, Rusia, Jepang, Swahili, Perancis, Belanda, Indonesia, Hungaria, Spanyol, dan lain-lain.
Kunjungi aja deh... ^___^

Denshi Jisho - Online Japanese dictionary

http://jisho.org/
Website yang penting buat pembelajar bahasa Jepang, atau yang sekadar iseng saja. Kamus bahasa Jepang online, Denshi Jisho.
Keren deh, ada kanji dan kana-nya juga lho...

Tuesday, October 14, 2008

AfifahafraNews

http://afifahafranews.blogspot.com/
He.. ini dia, blog dari salah satu penulis favorit si ninja: Mbak Afifah Afra.
Kata beliau, pas kami ngobrol di YM, blog ini yang aktif dan senantiasa ter-up date.
OK, silakan dikunjungi... ^___^

Monday, September 15, 2008

5 Bekal Istri Aktivis Dakwah


dakwatuna.com
- Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang ‘tidak biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan ‘standar’ yang memang harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajar dong. Istilah populernya learning by doing.

Kembali kepada pokok bahasan kita. Menjadi istri aktivis berarti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standar’. Seperti apa? Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:

1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah).

Hal penting yang harus dipahami oleh istri seorang aktivis dakwah, bahwa suaminya tak sama dengan ‘model’ suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad!

2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah.

Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Miliki keyakinan bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khawatir melepas suami pergi berdakwah ke manapun. Miliki keyakinan bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan materi. Dan tetap sadar diri, tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.

3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentalitas).

Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kokoh, sabar, tidak cengeng, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Teman saya mengistilahkan semua sikap mental ini dengan ungkapan yang singkat: tahan banting!

4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualitas).

Ternyata, seorang aktivis tidak hanya butuh pendengar setia. Ia butuh istri yang ‘nyambung’ untuk diajak ngobrol, tukar pikiran, musyawarah, atau diskusi tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majelis-majelis ilmu supaya tidak ‘tulalit’!

5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fisik).

Minimal sehat, bugar, dan tidak sakit-sakitan. Jika fisik kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk mengurusi suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan, membiasakan pola hidup sehat, rajin olah raga dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh. Ingatlah, salah satu ciri istri shalihat adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.

Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun saleh dan takwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang bisa dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah? [ ]


dari: www.dakwatuna.com

13 Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita

Oleh: Mochamad Bugi

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.

1. Karena akidahnya yang Shahih

Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

2. Karena paham agama dan mengamalkannya

Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

3. Dari keturunan yang baik

Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)

Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)

Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

4. Masih gadis

Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”

Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

5. Sehat jasmani dan penyayang

Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).

Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

6. Berakhlak mulia

Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

7. Lemah-lembut

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

8. Menyejukkan pandangan

Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)

“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.

Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”

Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)

Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

12. Pandai bersyukur kepada suami

Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”

Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”

Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.[ ]

dari: www.dakwatuna.com