Thursday, March 20, 2008

Bidadari Surga itu.... Seperti Apa Ya??


Oleh : Cahya Herwening


Lanjutan tulisan tentang bidadari yang sudah diposting sebelumnya. Telah ada beberapa buku yang di dalamnya menjabarkan bagaimanakah bidadari surga itu, secara fisik dan non fisik. Dan dari gambaran detail itu, pastinya akan membuat yang tahu akan menjadi sangat merindukan bidadari surga. Untuk singkatnya tentang gambaran seperti apakah bidadari itu, saya cuplikkan ayat-ayat dalam Al-Qur'an dan hadits yang berhasil saya temukan, atau gak sengaja ketemu.
 Gambaran Bidadari dalam Al-Qur'anul Karim
"Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik."
(Qs. Ash-Shaaffaat [37]: 48-49)
"Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya." (Qs. Shaad [38]: 52)
 "Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin."
(Qs. Ar-Rahmaan [55]: 56)
"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 58)
"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik."
(Qs. Ar-Rahmaan [55]: 70)
 "(Bidadari-bidadari) yang jeli, putih bersih, dipingit dalam rumah."
(Qs. Ar-Rahmaan [55]: 72)
 "Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 74)
 "Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 76)
 "mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (Qs. Ath-Thuur [52]: 20)
 "Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik."
(Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 22-23)
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya."
(Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 35-37)
 
Gambaran Bidadari dalam Hadits
Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, “Saya berkata,”Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli”.”
Beliau menjawab,”Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi,”Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “˜Laksana mutiara yang tersimpan baik.”(Al-Waqi'ah: 23)
Beliau menjawab,”Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi,”Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “˜Di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahmaan: 70)
Beliau menjawab,”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jeli.”
Saya berkata lagi,”Jelaskan padaku firman Allah, “seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaaffaat: 49)
Beliau menjawab,”Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, “˜Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Al-Waaqi'ah: 37)
Beliau menjawab,”Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
................(hingga akhir hadits).
Disebutkan dalam catatan kaki buku Raudhatul Muhibbin, halaman 201: ”Pengarang (Ibnul Qoyyim) menyebutkan hadits ini di dalam bukunya Hadil Arwah. Di sana dia memberi catatan: Sulaiman bin Abu Karamah menyendiri dalam riwayat ini. Abu Hatim menganggapnya dha’if. Menurut Ibnu Ady, mayoritas hadits-haditsnya adalah mungkar dan saya tidak melihat orang-orang dahulu membicarakannya. Kemudian dia menyebutkan hadits ini dari jalannya seraya berkata, “Hanya sanad inilah yang diketahui.”
Nah, dari sedikit gambaran (visualisasi) dari sosok bidadari itu, sudahkah dapat membuat kita (yang ikhwan) merindukannya?? [ ]

Rujukan:
Al Qur’an Al Karim
Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin (Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu), karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, terbitan Daarul Falah.

37 comments:

  1. Wooiii...banguuun!!! jangan ngehayalin bidadari teruuuuuuuss....!!!

    ReplyDelete
  2. *glodhaxx... gubrakk!! &%?#@=^+!!*

    Duuh... siapa tadi yg teriaak?? Dasar.. ada orang baru enak2 tidur malah digangguin...

    ReplyDelete
  3. Klo mau, dan pengin dapet, jadi mujahid dulu dong... ^_^

    ReplyDelete
  4. Klo akhwat baca ini, gimana rasanya ya..?

    ReplyDelete
  5. Lha Anti sendiri gimana rasanya?? Anti kan akhwat juga... ^_^

    ReplyDelete
  6. bidadari di dunia adalah istri yang shalihah...

    ReplyDelete
  7. Betul..betul... dan di akhirat juga akan jadi ratunya para bidadari. Apa nggak kereeen tuh... :))

    ReplyDelete
  8. zaman lagi banyak perang di palestina, lagi banyak banjir di Indonesia, lagi banyak gizi buruk di Indonesia, lagi banyak korban perang saudara di Iraq dan Afganistan, lagi banyak korban pengangguran di Negera Miskin, kok ada ya, para pemuda yang ngebahas bidadari? malu ahh

    ReplyDelete
  9. Ahh...malu? Kenapa musti malu? Para shahabat, tabi'in or salafushshalih lainnya sekelas Ibnul Qayyim Al Jauziyah aja gak malu kok. Padahal zaman dulu keadaannya gak lebih baik dari sekarang. Mungkin justru lebih buruk. Dan bidadari mrpk salah satu yg memicu semangat juang dan militansi.

    Makanya baca dong, ya minimal 2 tulisan sebelumnya dgn tema sama lah. Ato klo mau, buku Etika Jamaah, Raudhatul Muhibbin, dll.

    Gak usah berpikir sesempit itu lah..

    *Agen Z, no offense lho... Peace man...*

    ReplyDelete
  10. Emang kami salah apa?? Apakah salah mengikuti jejak para salafus-shalih?
    Ato...jangan-jangan karena ngiri?? =D

    *Mending berpikir/mengharap apa yang ada di surga, daripada 'yang di dunia'. Bisa jadi virus tuh...* :))

    ReplyDelete
  11. nggak..nggak...ikhwan gak salah koq...cuma pengen nulis aja, "dasar ikhwan..!!"
    sekali lagi ah, dasar ikhwan...!! (ck.ck..ck..*geleng2)

    ngiri?? sowriii yaaaah...kan qta (akhwat sholihah) yang nanti jadi RATU-nya :P.
    (semoga ane termasuk di dalamnya_amiin!)

    hayoo akhwaatt, jangan mo kalah ma bidadariiii.....!!!!

    ReplyDelete
  12. Hmm...tapi bidadari idamannya umar bin khatab beda lho...
    berkulit gelap dan berdahi lebar dan sangat pemalu (ada di buku quantum tarbiyah)

    ReplyDelete
  13. Buat para akhwat, jangan berkecil hati karena Rasulullahpun telah menegaskan kepada kita mengenai mana yang lebih baik daripada bidadari :)
    Berikut petikan pembicaraan UMMU SALAMAH dengan Baginda RASULULLAH:
    Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

    Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

    Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

    Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka pada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ’Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.”

    Ganbatte ukhtey...jangan mau kalah sama bidadari surga ...

    ReplyDelete
  14. @atinkhairunnisa
    betul tuh ukhti!! setuju banget..
    insyaAllah kita2 (para akhwat) yang selalu menjaga ibadah dan ketaqwaannya pada Allah semata bisa jauh lebih cantik daripada bidadari..
    so, buat apa cemburu sama bidadari?
    ada juga bidadari yang cemburu sama kita.. kayak bukunya Salim A. Fillah tu,, "Agar bidadari cemburu padamu"

    ReplyDelete
  15. @akhwatfun
    yup..let's make them jealouse to us, ukht ...
    udah baca yah ukht bukunya?saya baru setengah ...hehehe

    ReplyDelete
  16. Hmmm.... duuh... saya belum baca bukunya je...
    Itu bidadari di surga ato... 'bidadari' dunia Mbak?

    ReplyDelete
  17. Tuh kan... ternyata Atin dah tau jawabannya. Kenapa kemarin masih nanya? Wong situ lebih pinter dari saya gitu kok... ^_^

    ReplyDelete
  18. OK..... buktikan dong Fit!!
    Silakan tunjukkan buktinya pada Sang Rabb.
    Ditunggu... ^_^

    ReplyDelete
  19. Ayo...buktikan...buktikan...! Buktikan bahwa wanita dunia itu lebih utama.
    Semangat!!

    ReplyDelete
  20. Aamiiin....
    Iya, jangan kalah!! Semangat!!! ^o^

    ReplyDelete
  21. yee..kan atin tny pendapat pribadinya kamu mas,ck ck ck..kan setiap orang punya pandangan dan pendapatnya masing2,ada yang bilang pilih bidadari, ada yang bilang pilih istrinya, pilih istri tapi minta Allah dirubah wajahnya secantik bidadari dan ada yang bilang dua-duanya..nah yang terakhir ini repot, kira2 ada gak yah rasa cemburu diantara keduanya :D

    ReplyDelete
  22. Wanita dunia (yang shalihah) lebih utama daripada bidadari, termasuk dalam hal kecantikan. Akan jauh lebih cantik dari bidadari, dengan perhiasan2 yang lebih indah.

    Tentang rasa cemburu, semua sudah Allah SWT hilangkan, shg yg ada hanya rela dan ridho. Wallaahu a'lam

    ReplyDelete
  23. yang ngarang quantum tarbiyah sama dengan zero to hero, way to win. bukunya asyik, dan bidadari idaman umar ya jelas2 di akhirat dunk...
    btw, ane sempet kepikiran niy... kalo laki soleh di dunia dia akan diganjar syurga dan diberi bidadari yang buanyaaaak di sekelilingnya, tap kalo perempuan jadi pemimpin para bidadari. Ada pertanyaan anak2 siy yang b ikin speechless, kalo cowo asik dapet banyak bidadari (arti kata cewe), tapi kalo cewe, apa dapet bidadara (what???!!) yang katanya kalo bidadari cewe, cowo bidadara, jumlah dapetnya juga ga mgk sebanyak bidadari kan? trus ada jg yang bilang di surga itu yang perempuan bidadari dan yang laki malaikat, atuuh...kalo perempuan shalih di dunia dapet hadiah malaikat, kan beda jenis (satu dari tanah, satu dari cahaya).
    Nah lho...ane jadi bengong and bingung...
    kamu punya jawabannya ga?

    ReplyDelete
  24. Oo... iya, pak Sholihin Abu Izzudin kan?
    Nanti pertanyaannya coba saya jawab deh Mbak... ^_^

    ReplyDelete
  25. iya nih..kl untuk kaum kita..dapaet apa ya mbak...

    ReplyDelete
  26. Buat akhwat sholihah... akan dinikahkan dengan pria dunia yang baik/sholih. Karena wanita sholihah nanti di surga akan menjadi ratunya bidadari, lebih utama dari para bidadari. Akhwat cukup dapat satu suami, berbeda dengan ikhwan yang dapat banyak istri (selain istrinya di dunia jika sholihah, plus dapet bidadari2) :D.

    Ada satu pendapat yang dikemukakan oleh Mutawali Sya'rawi sebagai berikut:
    Yaitu bahwa Allah menyediakan kebahagiaan surga sesuai dengan tabiat yang dimiliki oleh manusia. Wanita memiliki tabiat yang suci dan lurus di mana pada dasarnya menolak memiliki suami lebih dari seorang. Ia sudah merasa cukup dengan seorang suami. Karena itu, kita melihat banyak janda yang ketika telah ditinggal suami tidak lagi mau menikah. Sebaliknya, pria cenderung ingin memiliki lebih dari satu orang isteri. Maka, hal itupun dipenuhi oleh Allah di surga nanti dengan keberadaan para bidadari. Lebih dari itu, di surga nanti tidak ada lagi perasaan dendam, dengki, iri, cemburu, dan sebagainya. Sebab, semua itu telah dicabut oleh Allah. Demikian pendapat Mutawali Sya’rawi.
    Wallaahu a'lam...

    ReplyDelete
  27. Weleh ...promosi nih.
    Lha wong tulisan di atas aja lebih lengkap kok secara dalil.
    Tulisan itu jg sdh menjawab pertanyaan itu, hehehe...

    ReplyDelete