Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Wednesday, November 12, 2008

LETS BE A TRUE HERO! *


Oleh : Cahya Herwening

Siapa pahlawan masa kecilmu? Kalau ditanya seperti itu, jawaban kita bakal macem-macem. Ada yang ngejawab Batman, Superman, Flash Gordon, Turtles, itu klo yang saat kecil demen liat film kartun. Ada pula yang heronya Gatotkaca, Wrekudara, sampai Pangeran Diponegoro. Pokoknya kita pengen jadi seperti hero idola kita. Sebenarnya siapa sih pahlawan itu? Bisa tidak sih kita jadi superhero?


Pertanyaan di atas mungkin pantas muncul di benak kita, manakala kita kembali ketemu ma momen hari pahlawan, yang seperti biasa, jatuh pada tanggal 10 November. Di kepala kita, yang namanya pahlawan itu ya yang kayak Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Nyi Ageng Serang, RA Kartini, Kapten Pattimura dan sebangsanya. Banyak banget tokoh pejuang masa lalu yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Para pahlawan di atas adalah beberapa pahlawan yang ‘resmi’ dan ‘legal’ menurut pemerintah. Definisi pahlawan versi pemerintah kudu mengacu pada Peraturan Presiden No.33 tahun 1964. Dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pahlawan adalah a) warga Negara RI yang gugur dalam perjuangan – yang bermutu – dalam membela bangsa dan negara; b) warga negara RI yang berjasa membela bangsa dan negara yang dalam riwayat hidupnya selanjutnya tidak ternoda oleh suatu perbuatan yang membuat cacat nilai perjuangannya. Kedua poin di atas menjadi kriteria utama untuk menetapkan seseorang menjadi pahlawan nasional.

Hmm… setelah dipikir-pikir, berat juga ya syarat jadi pahlawan menurut versi pemerintah itu. Kudu punya karya perjuangan di level negara. Kalau kita liat diri kita sekarang, boro-boro mau level nasional, level kabupaten atau bahkan kecamatan aja belum tentu bisa atau nggak. Liat aja, di pertandingan catur tingkat kampung aja keok! Hehehe…. emang lomba tujuh belasan?? Menurut kamus Oxford, yang disebut pahlawan (hero) adalah a person, typically a man, who is admired for their courage or outstanding achievements; atau seseorang, biasanya laki-laki, yang dikagumi karena keberaniannya atau pencapaian yang luar biasa. Nah, seberapa pula pencapaian kita saat ini? So, bisa enggak sih, kita jadi pahlawan dengan kekuatan dan kemampuan kita saat ini?

Ada seorang tokoh mengatakan, bahwa di setiap zaman ada pahlawannya, di setiap generasi ada pahlawannya dan di setiap wilayah ada pula pahlawannya. Di zaman dulu kala (ciee… kayak ngedongeng aja..), pada kaum Bani Israil diturunkan pahlawan, salah satunya Isa as. Beliau diturunkan kepada mereka untuk mnyelamatkan mereka dari kesesatan. Beliau pun punya pengikut yang juga para pahlawan, Hawariyyin. Pernah suatu ketika Nabi Isa as. membutuhkan penegasan komitmen mereka dengan menanyakan “siapakah yang akan menjadi penolong agama Allah?”, mereka dengan sigap menjawab; “kamilah para penolong agama Allah.”. Hal ini terekam dalam surah Ash-Shaff ayat terakhir, yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”
    
Kita pun mustinya bisa jadi pahlawan pula di wilayah kita dan zaman kita ini. Kita pasti bisa berperan dengan apa yang ada dalam diri kita saat ini, entah itu kekuatan yang kita telah miliki, atau potensi diri yang belum tergali dan terkembangkan. Cukuplah kita kembalikan makna pahlawan itu pada asal katanya, yakni “pahala” dan “-wan”. Pahalawan, artinya orang yang memiliki banyak pahala, orang yang gemar mencari pahala, atau orang yang beraktivitas dalam tugas dan peran yang penuh pahala dan kebaikan. Tentu kita mau banget lah, bisa punya banyak pahala. Itulah yang namanya pahalawan alias pahlawan. Hehehe…
   
Pahala itu dari Allah Ta’ala, dan untuk memperolehnya kita musti melakukan amalan-amalan sebagaimana yang Allah perintahkan. Maka ini akan menjadi relevan dengan ayat yang disebut di atas, bahwasannya Allah telah memerintahkan kepada kita: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah…”. Perintah untuk menolong agama Allah itu ditujukan kepada semua yang mengaku beriman. Berimankah kita? Jika iya, yuk mari … menjadi penolong agama Allah. Itulah pahlawan sejati, the true hero.
   
Bagaimana caranya? Kita nggak bakalan bisa jadi penolong agama Allah (Islam) manakala kita sendiri gak tau gimana sih Islam itu. Seorang bodyguard atopun satpam yang disuruh ngejaga sesuatu kudu tau barang yang dijaga apa. Klo nggak, saat barang itu hilang gak bakalan ngerti hilang atau belum, lha liat barangnya aja belum pernah. So, kita pun kudu tau tentang apa yang kita jaga, yakni Islam, dengan cara mempelajarinya dari semua sarana.
   
Setelah mempelajari, terus apa lagi? Yang dilaksanakan lah. Supaya mendarah daging, agar menjadi akhlak. Kalau cuman kita pelajari doang secara teoritis, so bakal cepet ilang. Percaya deh. Makanya kudu diamalkan. Terlebih lagi, mengamalkan itu menjadi kewajiban klo kita dah punya ilmunya, karena amal adalah buah dari pohon ilmu.
   
Lalu setelah mengamalkan, lalu apa dong? Hmm.. jangan sampai cuma kita doang yang ngamalin, tapi kudu bersama-sama orang yang lain agar memiliki dampak luas, dalam memperbaiki masyarakat. Makanya kita yang dah tau duluan, kudu ngasih tau yang lain, alias menyampaikan, atau istilah kerennya sih berdakwah gitu choy! Idih berdakwah, berat amat istilahnya ya?? Hehe.. gak juga kok, soalnya Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah sesuatu dariku meski hanya satu ayat.” Nah, apapun yang kita tau, itu bisa didakwahkan.
   
Setelah dakwah, apalagi? Belajar, beramal dan berdakwah itu musti dikerjakan dengan berkelanjutan alias istimror. Supaya istiqomah, so kudu punya kesungguhan (jiddiyah). Nah kita emang musti berjihad (bersungguh-sungguh) klo pengen apa yang telah kita lakukan dapat bertahan dan konsisten. Sungguh-sungguh dalam belajar, beramal maupun berdakwah, juga dalam kondisi yang diperlukan bisa berjihad untuk berjuang membela apa yang musti kita jaga. Empat hal itulah, menuntut ilmu, mengamalkannya, mendakwahkannya dan berjihad atasnya, yang disebut dengan menolong agama Allah. Simpel kan?
   
Trus, apa keuntungan buat kita? Ya jelas lah, kita bukan golongan orang yang lalai dan ingkar dari keimanan, karena kita membuktikan keberimanan kita itu. Lebih jauh lagi, kita pun bakal dapet keuntungan dunia akhirat Bro. Di dunia, kita yang menolong agama Allah juga bakal ditolong oleh-Nya dalam segala urusan hidup kita, dan juga ada jaminan kemenangan (kesuksesan) yang dekat. Sedangkan di akhirat, kita bakal diampuni dosa kita yang segunung itu, serta kita akan dimasukkan ke dalam syurga Allah swt yang luar biasa kerennya. Kita perhatikan nih firman Allah dalam beberapa ayat Qur’an berikut:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. ” (Qs. Ash-Shaff: 10-13)

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Qs. Muhammad: 7)
   
Nah, itulah balasan bagi sang pahlawan, yakni pahala yang besar dan kebaikan, di dunia maupun di akhirat. So ... dare to be a hero, a true hero? [ ]

*) Artikel ini ditulis untuk bulletin SKI FTP UGM, November '08.

Wednesday, September 10, 2008

Lailatul Qadar?? Woww, Qweerreeeeeennntt!!




Oleh : Cahya Herwening

Lailatul Qadar kok keren? Yup Frens, bener banget. Klo ada temen yang nanyain apa pendapat kita tentang Lailatul Qadar, singkatnya kita bisa ngejawab: “Wooww, Qweeerreeenntt!!” . Gimana enggak coba, nilai dari satu malam itu tuh lebih baik dari seribu bulan!!^o^ Bwayangin Frens, klo kita-kita nich beramal ibadah pada malam itu tuh berarti nilainya bagai beramal dalam seribu bulan. Gimana nggak keren banget tuh? Itulah salah satu keistimewaan yang Allah berikan pada kita, umat Islam melalui rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah riwayat, Anas bin Malik menyampaikan keterangan Rasulullah saw. bahwa: “sesungguhnya Allah swt. mengaruniakan "lailatul qadar" untuk umatku, dan tidak memberikan kepada umat-umat sebelumnya.”

Lebih Jelasnya, Gimana sih Lailatul Qadar Ituh?
Kalau dari arti kata, lailatul qadar tuh artinya malam kemuliaan. Kalau secara istilah (ehmm.. ini rumusan sendiri lho-pen.), lailatul qadar adalah suatu malam di bulan Ramadhan pada tanggal ketika Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia, yang penuh dengan kesejahteraan dan kemuliaan, yang nilai kebaikannya lebih baik dari seribu bulan pada bulan-bulan biasa.

Kita baca beberapa dalil terkait dengan lailatul qadar di bawah ini yuks:
Allah Ta 'ala berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Qs. Al-Qadr: 1-5)

Di ayat lain Allah juga ngasih tau kita bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang full keberkahan. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur-an) pada suatu malam yang diberkahi." (Qs. Ad-Dukhaan: 3)
Dan malam penuh keberkahan itu ada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta 'ala: "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. "(Qs. Al-Baqarah: 185).

Salah satu sahabat keren yang juga menguasai ilmu tafsir, Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata: "Allah menurunkan Al-Qur'anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul 'Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun."

Apa Aja sih yang Terjadi di Malam Itu?
Malam itu dinamai Lailatul Qadar atau malam kemuliaan karena keagungan nilainya and keutamaannya di sisi Allah Ta 'ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (Qs. Ad-Dukhaan: 4).

Allah berfirman dalam surah Al-Qadr, mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur'anul Karim: "Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?" Selanjutnya Allah jelasin nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya di ayat selanjutnya: "Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan. "

Allah ngasih bocoran ke kita tentang keutamaan lain dari lailatul qadar, juga berkahnya yang melimpah ruah dengan bwaaanyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril 'alaihis salam yang super cool itu tuh ^_^. Mereka turun dengan ngebawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang sudah menjadi ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Allah nambahin keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya: "Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar." (Qs. Al-Qadar: 5)
Maksudnya, malam itu merupakan malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, enggak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril tentu- ngucapin salam kepada orang-orang beriman yang sedang beribadah.  Wuuaaaahh... qweerreentt choy!!  Jarang banget kan kita dapet salam dari para malaikat?

Dalam satu hadits shahih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam nyebutin keutamaan melakukan qiyamul lail di malam itu. Beliau bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih)
He... bayangin coba, berapaan sih dosa yang dah kita kumpulin mpe hari ini? Bergunung-gunung kalee! Dan itu semua bakal diampuni oleh Allah swt. pada malam itu. Woww!!

Lailatul Qadar tuh Waktunya Kapan Thoh?
Kalau ada yang nanyain waktunya kapan, jawabannya: RAHASIAAAA!!! Gyahaha... :D Ya memang gitu lah Frens. Bukan karena Allah tuh pelit nggak mau ngasih tau, tapi justru karena sayang, biar kita-kita dapet tantangan. Asyik kan? Nggak seru dhong, klo semuanya dikasih tau gitu aja. Bisa-bisa semua malam lain bulan Ramadhan pada nggak ngapa-ngapain, soalnya mikirnya; “kan aku dah dapet yang lebih baik dari seribu bulan, ngapain repot-repot lagi?” Wadhuu… kacao beliau dah.

So, karena waktunya dirahasiain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  menganjurkan kita buat mencarinya. Dan tenang aja, dah ada hint-nya koq. Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya). Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.

Ada keterangan lain lagi nih, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:
Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Saya berkata, wahai Abu Said engkau lebih tahu tentang bilangan”. Abu said berkata: ”Betul”. “Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Berkata:” Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7 dan jika sudah lewat 5 yang kurang 5.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al-Baihaqi)

Sebenarnya nih Frens, informasi tentang penentuan kapan terjadinya lailatul qadar, para ulama berbeda pendapat disebabkan beragamnya informasi hadits Rasulullah serta pemahaman para shahabat tentang hal tersebut. Selain dua hadits di atas masih ada beberapa hadits lagi yang menerangkan kapan terjadinya lailatul qadar. Seperti dipahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhari dan Muslim, terjadinya lailatul qadar mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Makanya selama rangkaian waktu itu perlu ‘diwaspadai’, dan tentunya dengan optimal dalam beribadah.

Sebagai tambahan informasi bagi kita, ada beberapa tanda-tanda saat berlangsungnya lailatul qadar. Seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Pada saat terjadinya lailatul qadar itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas, tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan".

So, What Must We Do?
Pastinya kita-kita jangan mpe ketinggalan ma tuh malam. Kita kudu nge-optimalin dan manfaatin semaksimal mungkin. Kalao perlu nggak usah tidur dah pada malam itu . Whee… tapi bukan buat nonton wayang lho, or nonton pertandingan bola. Enggak laaah. Yha buat ibadah dong. Soalnya sekali lagi, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, do'a dan sebagainya tuh sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Coba kita itung aja, pasti ketemunya seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Kan untung banget kan kita, beribadah cuma semalam tapi dah kayak 83 tahun. Umur kita aja nggak tau nieh, bisa nggak sampai segitu. Bisa jadi, enggak nyampe setahun ke depan kita dah qoid. Atau jangan-jangan, bulan depan dah alharhum. Makanya tuh, jangan disia-siain kesempatan ini.

Di awal dah kita sebutin bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih)
So, saat lailatul qadar kita musti qiyamul lail. Adapun qiyamul lail tuh di dalamnya yakni menghidupkan malam tersebut dengan shalat tarawih, sholat tahajjud, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat kepada Allah Ta 'ala.

Lebih sistematisnya, agar kita dapat menggapai lailatul qadar, kita perlu melakukan:
1. Lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat menghilangkan keseriusan beribadah. Dalam beribadah hendaknya mengikutsertakan keluarga. Hal itulah yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.
2. Melakukan i'tikaf dengan sekuat tenaga (terutama di 10 hari terakhir).
3. Melakukan tarawih berjama'ah, sampai dengan rakaat terakhir yang dilakukan imam.
4. Memperbanyak do'a memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah SWT dengan lafal "Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul afwa fa'fu ‘anni" (Ya Allah ya Tuhan kami, Engkau adalah Maha Pengampun, Mencintai Ampunan, maka ampunkanlah diri saya.)

Nah, gimana, dah pada ngerti toh kalau ada malam yang super keren kayak gitu? Ayo rame-rame kita cari dan kita optimalin bareng-bareng. So, Frens, selamat berburu Lailatul Qadar yach! SMANGAAATTT!!! ^o^ [ ]


NB: To Ida, 'afwan ya, minta izin pakai style bahasa Anti ^__^

Saturday, April 26, 2008

Let’s Play The Game “Pay It Forward”


Oleh : Cahya Herwening


Pada suatu siang, saya sempat mampir di sebuah masjid yang tak asing lagi bagi aktivis dakwah di UGM, Masjid Mardliyyah. Masjid cukup tua yang menjadi saksi sejarah perjuangan para aktivis di UGM dan sekitarnya. Di ruang kantor takmir, saya sempat membaca sebuah artikel di papan pengumuman. Artikel yang sungguh inspiratif, mengupas sebuah film yang inspiratif pula, berjudul “Pay It Forward”. Film yang belum pernah saya tonton ini mengisahkan tentang sebuah ‘game’ (istilah saya ^_^) kehidupan yang pantas dicoba oleh siapa saja. Akan saya coba tuliskan kembali dalam bahasa saya…. Jika ada kesalahan dalam mengisahkan film-nya, harap ada koreksi.

Game yang saya sebut di film ini adalah reality game, game yang serius dan sungguhan. Jika Anda bersedia, mari kita nanti juga mencoba memainkan game ini. Melalui game ini kita bisa melihat sejauh mana pengaruh kebaikan bagi kita, orang-orang di sekitar kita, dan orang-orang lain di luar sana.

Inisiator game ini adalah seorang anak berumur 8 tahun, bernama Trevor. Anak itu melihat realita yang terjadi di lingkungannya dan juga di dunia, fakta akan banyaknya kejahatan, keburukan, peperangan, kepalsuan, ketidak harmonisan, serta hal-hal negatif lainnya. Trevor memimpikan adanya sebuah dunia yang lebih baik, yang damai, ada kerukunan, saling mengasihi dan mencintai antara satu orang dengan orang lain. Dan pada suatu saat, Trevor memiliki sebuah gagasan, eksperimen akan suatu usaha untuk menciptakan dunia seperti yang diinginkannya. Dia berpikir jika dia melakukan kebaikan pada 3 orang, kemudian 3 orang itu berbuat kebaikan pula pada masing-masing 3 orang yang lain, dan seterusnya maka sebuah kebaikan lama makin lama akan menyebar ke seluruh penjuru. Dia menamakan ‘game’ yang akan dilakukannya itu “Pay It Forward”.

Pada eksperimen pertama, Trevor memilih tiga orang ‘kelinci percobaan’. Yang pertama adalah ibunya sendiri, yang kehidupannya pada saat itu kacau dan dia menjadi pemabuk. Yang kedua adalah salah satu temannya yang sering menjadi sasaran kenakalan anak-anak berandalan. Target ketiga adalah seorang gelandangan tua yang sering dia lihat di kota. Dan segera dimulailah aksi Trevor.

Ibunya setiap pulang kerja hampir selalu membawa botol minuman keras. Trevor mencoba mengubah kebiasaan buruk ini. Trevor selalu bisa mencuri botol-botol itu dan mengosongkan isinya. Hal itu terus dilakukannya setiap ibunya membawa botol minuman. Di samping itu, Trevor berusaha mencurahkan cinta, perhatian dan kasih sayang kepada ibunya. Sering mengajak berbagi, bertanya, membantu pekerjaan rumah dan memberikan kepercayaan penuh sebagai ibu. Berbagai upaya Trevor lakukan untuk mengubah ibunya itu. Melihat usaha anaknya serta kebaikan yang telah dicurahkan kepadanya, ibunya akhirnya tersentuh dan terharu. Dia berterima kasih pada Trevor dan berjanji akan mengubah semua hal buruk pada dirinya. Jawab Trevor, “Pay it forward, Mom!”

Terinspirasi oleh Trevor, ibunya juga ingin berbuat kebaikan pada orang lain. Dia sadar bahwa hubungan dengan ibu mertuanya (nenek Trevor) telah memburuk selama beberapa tahun ini dan dia ingin memperbaikinya. Direncanakanlah suatu kunjungan kepada nenek Trevor pada suatu hari dan menyiapkan suatu hadiah sebagai oleh-oleh. Dan pada hari yang telah direncanakan, pergilah dia kepada ibunya dan meminta maaf atas kesalahan selama ini. Ibu Trevor mengajak ibunya berbaikan dan melupakan apa yang selama ini terjadi di antara mereka. Nenek Trevor sangat tersentuh atas peristiwa itu. Dia merasa terharu bahwa kesalahannya telah dimaafkan, karena memang selama ini yang memiliki lebih banyak kesalahan adalah dirinya. Ketika dia berterima kasih, ibu Trevor berkata, “Pay it forward, Mom!”

Untuk membayar dari kebaikan yang telah diterimanya maka dia bertekad akan melakukan kebaikan juga pada orang lain. Pada suatu ketika ada anak muda yang di kejar-kejar para preman karena suatu hal. Si Nenek segera menolong pemuda itu, mempersilahkan si pemuda bersembunyi di mobilnya dan membantunya untuk melarikan diri. Si pemuda sangat berterima kasih telah diselamatkan oleh nenek itu, maka si nenek menjawab, “Pay it forward, Son!”

Si pemuda terharu, dan ingin berbuat kebaikan serupa. Pada saat dia mengantri di rumah sakit, melihat seorang anak yang membutuhkan segera perawatan karena mengalami sakit yang parah. Maka nomor antriannya segera diberikan kepada orang tua anak itu agar si anak mendapatkan perawatan secepatnya. Sang ayah sangat terharu dan berterima kasih karena si pemuda telah menyelamatkan anaknya. Si pemuda mengatakan, “Pay it forward, Sir!”

Paham bahwa anaknya telah diselamatkan orang, dan orang itu mengatakan agar dia membayar dengan melakukan kebaikan pula pada orang lain, maka dia berniat akan membantu siapa saja yang membutuhkan sesuai kemampuannya. Maka tatkala bertemu seorang wartawan yang harus meliput berita ke sebuah tempat, sedang mobil si wartawan sedang rusak, maka dengan rela diserahkannya mobilnya kepada si wartawan untuk dipakai ke tempatnya harus meliput berita. Si wartawan mengucapkan terima kasih dan bertanya dengan apa bisa membalas, maka si bapak berkata, “Pay it forward!”

Sang wartawan pada suatu saat tergelitik, siapakah yang mula-mula menggunakan istilah “pay it forward!” itu. Maka dia berusaha mencari siapakah gerangan sang founder untuk istilah itu. Ditelusurilah mulai dari bapak yang telah membantunya, kemudian si pemuda, kemudian sang nenek, lalu ibu Trevor, dan akhirnya sungguh terkejut dia saat menemukan seorang anak berusia delapan tahun itulah yang menciptakan istilah itu. Maka segera ditulislah artikel di medianya mengenai hal itu, dan men-skenario-kan agar si anak dapat ditampilkan di televisi.

Akhirnya Trevor tampil di televisi. Trevor mengisahkan awal mula keinginannya untuk menjadikan dunia yang lebih baik. Dia mengemukakan gagasannya. Dia berpesan kepada pemirsa untuk melakukan hal yang serupa. Anak itu memandu para pemirsa untuk MENYAYANGI, MENGASIHI DAN MENCINTAI MULAI ORANG-ORANG TERDEKAT MEREKA. Serta MULAI BERBUAT BAIK MESKI DARI HAL SEPELE, kepada orang-orang di sekitar mereka dengan tulus, tanpa mengharap imbalan, dan jika orang ingin membalas maka harus membalas dengan berbuat baik pada orang lain pula. Seperti itulah aturan main “Pay it forward”. Dengan itu Trevor berharap bisa merasakan dunia yang lebih dipenuhi ketulusan, cinta dan kasih sayang antar sesama manusia.

Mulai saat itu banyak orang yang mulai melakukan apa yang Trevor anjurkan karena mereka juga tersentuh dengan apa yang telah Trevor lakukan. Namun, sayangnya umur Trevor sendiri tidak panjang. Beberapa waktu kemudian dia dikabarkan meninggal karena tertusuk pisau saat mencoba menolong temannya yang sering dijahili dan menjadi obyek kenakalan anak-anak berandal.

Begitu sedihnya ibunya karena ditinggal pergi anak yang sangat dicintainya. Namun kesedihan itu hampir tertutupi oleh keterkejutan, bahwa selama berhari-hari banyak sekali orang yang tak henti-hentinya berduyun-duyun ke rumahnya untuk menyatakan bela sungkawa dan mendo’akan Trevor (dalam bahasa kita: takziah ^_^). Sungguh tidak sia-sia hidup Trevor yang hanya berumur pendek itu. Anak sekecil itu telah menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, dan sepeninggalnya banyak sekali orang yang merasa kehilangan.

Bagaimana dengan kita? Seumur ini, berapa banyakkah kebaikan yang telah kita lakukan? Dan sudahkan kebaikan itu menyebar kepada orang-orang yang lain? Jadi, maukah mencoba game “Pay It Forward” ini? [ ]

Kamis, 25 April 2008

Wednesday, April 23, 2008

CIPTAKAN MOMENTUM ITU!!!


Oleh : Cahya Herwening


Sebagian besar dari kita tanpa sadar menanamkan dalam benaknya,
atau menggunakannya sebagai alasan.
Dengan ucapan-ucapan semacam ini:
"Ah, nanti aja ah, klo ada momentum."
"Ah, nanti aja ah, kalau dah ada mood."
"Ah nanti aja ah, kalau dan tahun baru."
"Ah nanti saja lah, kalau habis ulang tahun."
"Nanti lah.. kalau dan mulai Ramadhan.."
Dan lain sebagainya....

Seringkali kita menunda-nunda untuk berbuat baik.
Kita seringkali juga beralasan bahwa belum mendapat momentum untuk berubah menjadi lebih baik.
Nunggu Ramadhan lah...
Nunggu Syawal lah...
Nunggu umur nambah lah...
Nunggu tahun baru lah....
Nunggu yang lain-lainnya....

Untuk wanita, saat tahu bahwa diwajibkan baginya untuk berhijab (mengenakan jilbab atau yang lain yang menutup auratnya), tidak segera melaksanakan dengan beralasan...
Belum siap lah....
Perilaku masih kacau lah...
Belum bagus akhlaknya lah....
Belum dapat hidayah lah...

Analog dengan itu juga... untuk menulis kita beralasan belum ada momentum untuk menulis...
Belum ada ide lah...
Belum dapat inspirasi lah....
Masih nggak mood lah....
atau juga... belum mau nulis karena belum bisa lah...

Atau mungkin juga analog dengan itu ... kita beralasan belum ada momentum buat nikah...
Belum lulus lah...
Belum kerja lah...
Masih mau bujang lah... :D
Mau berbakti pada ortu dulu lah....
Nha, kalau urusan nikah... ya silakan aja... saya nggak akan ikut campur! ^_^

Kembali ke topik...

Ya... kita sering berpikir harus ada momentum untuk mulai berbuat baik, atau mulai memperbaiki diri.
Lha, kalau seperti itu, KAPAN MULAINYA?
Kapan momentum itu datang?
Kapan mood itu datang?
Kapan inspirasi itu datang?
Kapan hidayah itu datang?
Kapan ide itu datang?
Kapan???

Kalau seperti itu ... bisa jadi selamanya nggak akan pernah kesampaian...
Bisa jadi.... akan selalu ditunda dan diundur terus, dan diulur-ulur waktunya...
Ide dan inspirasi nggak datang...
Hidayah juga masih jauh…
Mood juga belum muncul...
Momentum?? Meleset terus...
Apalagi, kalau justru yang namanya AL MAUT yang datang....
Dah... HABISLAH kesempatan, dan kita belum melakukan apapun!!!


Jadi... BAGAIMANA DONG??


Jawabannya ya... seperti judul itu: CIPTAKAN MOMENTUM ITU!!!

Inilah yang dinamakan rekayasa momentum.
Ciptakan momentum itu setiap pekan, setiap hari, setiap jam, setiap saat!!
Tidak perlu menunggu apapun, waktu khusus, untuk mulai melakukan sesuatu kebaikan yang ada dalam benak kita.
Ups... sesuatu lintasan amal kebaikan yang muncul di benak, itulah inspirasi, itulah hidayah!!
Cepat tangkap, pegang dan dekap erat-erat dengan tali amal.
Segera... sebelum lepas kembali!!


Jadi, segera lakukan... Segera....
Segera terus lakukan perbaikan diri yang simultan...
Segera berbuat baik pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita, meski untuk hal sepele...

Bagi yang wanita belum berhijab, segera kenakan. Allah tidak akan melihat apakah kita siap atau tidak, tapi apakah kita melaksanakan atau tidak. jadilah responsif sebagaimana para shahabiyah pada zaman itu segera menyambar kain apapun di dekat mereka untuk dipakai berhikab tatkala mendengar perintah itu dari wahyu Allah SWT yang disampaikan Rasulullah SAW.

yang mau nulis, segeralah mulai menulis.... mulai menulis dari yang gampang.. dan juga hal-hal yang kelihatan sepele. Tentang uneg-uneg, perasaan, gagasan-gagasan aneh... dsb...

Yang mau melakukan kebaikan-kebaikan yang lain.... segera lakukan!
Momentum itu adalah SAAT INI JUGA!!!

Mulailah dari diri sendiri....
Mulailah dari hal-hal kecil...
Mulailah di lingkungan sekitarmu....
Mulailah dengan orang-orang terdekatmu...

MULAI SEKARANG JUGA!!!


So...
Bismillaah...
LURUSKAN NIAT, SEMANGAT, dan .. LAKUKAN!!!
Semoga sukses!! [ ]



NB : Motivasi untuk diri sendiri ^_^